Dunia perkuliahan bukan hanya ditujukan untuk akademik belaka, tetapi sebagai pusat pengembangan kreasi manusia. Keberadaan kampus merupakan ekosistem pendidikan, pengembangan minat dan bakat, serta pembinaan paling mutakhir pada era kini.
Seharusnya kampus menjadi sorotan penting untuk menciptakan ekosistem tersebut. Guna menciptakan ekosistem, maka pembangunan infrastruktur di kampus menjadi penting.
Dalam membangun infrastruktur, hendaknya pendekatan holistic human development (pembangunan manusia seutuhnya).
Dalam pendekatan ini, kampus memastikan bahwa ruang fisik tidak hanya melayani otak, tetapi juga fisik, mental, spiritual, dan sosial.
Beberapa contoh yang telah diterapkan ada di Student Center & FabLab di Singapore University of Technology and Design, tahun 2015; atau The Multi-Faith Centre di University of Toronto, Kanada tahun 2007.
Maka, perlu untuk menyorot fasilitas-fasilitas kampus yang menarik. Ada beberapa fasilitas yang dapat mendukung kepentingan akademik murni, dua diantaranya adalah Laboratorium sains maupun Laboratorium Komputer.
Dengan menyediakan fasilitas tersebut, kampus membantu mahasiswa dari sisi praktik dan penelitian.
Mahasiswa dapat mengerjakan tugas, menjalani kolaborasi dan kerja sama, mengikuti proses trial and error dari bimbingan tenaga didik di laboratorium. Dengan demikian, Kampus memfasilitasi pelajar dalam proses pembelajaran tersebut.
Selain fasilitas akademik, ada juga fasilitas semi akademik seperti Perpustakaan dan Coworking Space.
Di dalam perpustakaan, para pelajar dapat membaca buku, peta, kamus, ensiklopedia atau mempelajari contoh-contoh laporan, jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi, serta manuskrip yang tersedia.
Perpustakaan juga dapat menyediakan beberapa layanan terkait pemeriksaan plagiarisme, print atau cetak, scan ataupun jilid.
Tidak hanya buku-buku serius, perpustakaan juga seharusnya menyediakan buku-buku ringan untuk menarik minat pembaca. Bahkan jika perlu, perpustakaan dapat menyediakan ruang audio visual nonkomersial dan layanan streaming.
Sementara, Coworking Space dapat menyediakan ruangan untuk kebutuhan kolaborasi dan relaksasi.
Ruangan seperti rapat organisasi, podcast, bahkan fasilitas kursi pijat bagi para mahasiswa disediakan. Fungsi Coworking Space selain sebagai ruang edukasi, juga sebagai aktivitas lain yang mengedepankan sisi kolektif.
Kampus juga seharusnya menyediakan fasilitas minat dan hobi mahasiswa. Hal ini mendukung atau mendorong mahasiswa untuk memiliki hobi positif dan juga mewadahi aktivitas keorganisasian non akademik.
Beberapa fasilitas dalam kategori tersebut adalah Lapangan Futsal, Basket ataupun Padel, serta Student Lounge.
Terkhusus Student Lounge, kampus dapat menyediakan permainan papan (board game) dan permainan video (video game) dalam bentuk konsol. Tetapi, kampus juga harus memberikan regulasi yang lebih ketat, seperti larangan berjudi dan seterusnya, dengan sanksi yang jauh lebih tegas lagi.
Dengan begitu, kampus telah mendukung beberapa hal. Selain mendorong hobi, kampus mendorong kesehatan jasmani, menciptakan ruang yang berpotensi menurunkan jarak antara tenaga dan peserta didik, serta membentuk kecerdasan sosial serta menyediakan hiburan yang sehat.
Ada juga fasilitas yang dapat dimasukkan yang berkaitan dengan ekspresi diri dan kreativitas.
Dengan menyediakan fasilitas tersebut, kampus memberikan secara tersirat bahwa kecerdasan tidak harus hanya intelektual atau akademis, tetapi juga sifat kreativitas seni yang diwadahi. Beberapa fasilitasnya dapat mencakup studio musik, studio seni, dan teater.
Studio musik dapat berguna dalam mengundang calon-calon musisi yang mahir atau ingin belajar mengenai alat musik, vokal atau tari.
Dalam kasus studio seni, kampus dapat mendukung proses belajar mengajar atau organisasi dalam kegiatan layaknya melukis, menggambar ataupun fotografi.
Sementara, teater juga dapat menguji kreativitas tenaga didik dalam membangun cerita serta humor dan kreativitas mereka. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut menjadikan kampus sebagai lingkungan yang efektif dalam membangun manusia di masa depan.
Dalam segi kesehatan, alangkah baiknya jika kampus menyediakan beberapa fasilitas kesehatan fisik berupa unit kesehatan sekolah, ataupun dalam kasus kesehatan mental, yakni layanan konseling dengan psikolog.
Bisa dikatakan, ini adalah fasilitas pertolongan pertama yang dapat membantu mencegah sakit atau cedera yang memburuk jika pertolongan medis belum dapat diperoleh.
Alangkah baiknya jika layanan tersebut juga dipungut biaya yang terjangkau, bahkan gratis dalam beberapa kasus, untuk menghilangkan stigma ketabuan, terutama dalam menghadapi penyakit yang tidak dapat dianggap sepele.
Dalam segi kerohanian, kampus memiliki kewajiban mewadahi dan memberikan fasilitas, serta melindungi kebebasan beragama.
Maka dari itu, jika ada organisasi ataupun beberapa kelompok yang meminta tempat atau rumah ibadah, alangkah baiknya pihak kampus juga memberikan ruangan tersebut. Bahkan, kampus seharusnya ikut dalam mewadahi kegiatan keagamaan selama tidak jauh dari norma norma keagamaan maupun kemanusiaan.
Fasilitas koperasi di Kampus juga penting. Hal ini mempermudah para tenaga pendidik atau pelajar. Dengan tersedianya koperasi di dalam kampus, beberapa keperluan dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Beberapa keperluan yang disediakan bisa berupa alat tulis, cemilan, buku tulis, map atau folder, vitamin, dan lain lain. Kehadiran koperasi dapat menyediakan dukungan untuk kegiatan anggotanya di kampus, baik kegiatan akademis ataupun kegiatan sehari hari.
Hal krusial yang tak kalah penting antara lain adalah Kantin atau Kafetaria.
Selain dengan menyediakan tempat makan yang bersih dan terjangkau bagi mahasiswa maupun karyawan, fasilitas tersebut juga dapat memberikan wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Masyarakat sekitar dapat memiliki penghasilan tambahan dari fasilitas tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa kampus punya peran utama sebagai instansi pendidikan. Tapi di sisi lain, kampus juga memiliki peran yang besar dalam suatu agenda pembangunan manusia.
Dalam rangka membangun manusia yang berkualitas, maka kampus juga memiliki kewajiban dalam menyediakan berbagai macam keperluan yang dimiliki para peserta maupun tenaga didik dari berbagai segi. Dengan demikian, tujuan pembangunan manusia dapat berdampak positif kepada mahasiswa.
