Pada akhir  tahun 1960-an, di California Utara, kabut turun di tengah dinginnya malam dan merayap di antara dedaunan pinus dan atap mobil yang terparkir di tepi jalan.

Saat itu, belum ada yang menyadari  akan lahir sebuah nama yang kelak menjadi salah satu legenda paling misterius dalam sejarah kriminal Amerika yaitu Zodiac Killer.

Sejak puluhan tahun setelah surat terakhirnya diterima, nama itu masih menimbulkan rasa penasaran di tengah kengerian.

Sebuah nama yang tak berwajah tapi meninggalkan jejak berupa teka-teki yang tidak terpecahkan. Kasus awal terjadi pada 20 Desember 1968 pada pasangan sejoli bernama Betty Lou Jensen dan David Faraday yang bermaksud menghabiskan malam ke sebuah tempat sepi.

Pada pagi harinya, polisi menemukan mereka dalam keadaan tewas. Tidak ada saksi mata, petunjuk yang cukup, kejelasan motif, dan ketiadaan identitas pelaku itu sendiri.

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut koran-koran di San Francisco menerima surat anonim yang menyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut. Terdapat lampiran kriptogram yang ia tuntut agar dipublikasikan di halaman depan.

Empat bulan kemudian pada 4 Juli 1969, Zodiac kembali menyerang dua korban lain di Blue Rock Springs.

Darlene Ferrin tewas, sementara Michael Mageau selamat dan memberikan gambaran remang-remang tentang pelaku dengan ciri pria berkulit terang, berbadan besar, dengan gerakan cepat dan tegas.

Bukti paling penting datang dari telepon umum. Empat puluh menit setelah serangan, seseorang menelepon polisi kemudian mengaku sebagai pelaku dan menyebutkan detailnya.

Pada 1 Agustus 1969, tiga surat identik dikirim ke tiga surat kabar berbeda. Di dalamnya, terdapat pengakuan pembunuhan, ancaman serangan baru dan sebuah kriptogram berupa simbol mirip lingkaran dengan garis silang seperti bidikan senjata.

Dalam surat itu ia memperkenalkan diri dengan satu kalimat “This is the Zodiac speaking.”

Pada 27 September 1969, Zodiac kembali beraksi di Danau Berryesa. Bryan Hartnell dan Cecelia Shepard menjadi korbannya.

Mereka mendeskripsikannya memakai tudung hitam, mengikat korban, menggunakan pisau dan meninggalkan “tanda tangan” simbol bersilang pada mobil korban.

Hartnell yang selamat memberi kesaksian bahwa Zodiac adalah seseorang yang merencanakan setiap detail dengan ketenangan tidak manusiawi.

Serangan berikutnya terjadi di kawasan kota yang padat. Seorang supir taksi Paul Stine ditembak di Presidio Heights pada 11 Oktober 1969.

Pada saat ini, ada saksi mata dan polisi sempat berhadapan langsung dengan pria yang diyakini sebagai Zodiac, tapi membiarkannya pergi karena kesalahan deskripsi awal.

Sepanjang 1969–1974, Zodiac terus mengirim puluhan surat berisi ancaman, teka-teki, peta, sketsa alat peledak, hingga klaim pembunuhan tambahan

Surat terakhir datang Zodiac pada 1974. Setelah itu Ia berhenti menulis dan membunuh. Sebagian penyelidik meyakini Zodiac mati, sakit, atau dipenjara karena kasus lain.

Yang lain percaya ia hanya menonton dan menikmati kekacauan yang terbentuk. Selama beberapa dekade, upaya mengungkap identitasnya lebih sering menyerupai ritual tahunan polisi dan amatiran.

Pengujian DNA sering menemui kendala karena sampel yang terkontaminasi atau terlalu lama.

Yang membuat kasus Zodiac tersohor adalah kebiasaan nyelenehnya menghubungi polisi dan melaporkan kejahatannya dengan nada suara datar.

Kenekatan itu membuat polisi semakin terpicu untuk melakukan penyelidikan tetapi setiap petunjuk selalu berakhir buntu.

Sidik jari tidak dapat ditelusuri dan kesaksian tidak cukup konsisten membuat Zodiac semakin misterius. Zodiac sangat memahami cara mengaburkan jejak kejahatan.

Selain itu, motif kasus ini juga tidak pernah jelas. Pelaku tidak memilih korban berdasarkan usia, gender, atau etnis. Korbannya terdiri dari remaja, mahasiswa dan sopir taksi. Zodiac menggambarkannya sebagai bagian dari “rencana”.

Zodiac tidak seperti pelaku kejahatan umumnya dalam melakukan tindak kekerasan, tapi juga menjadikan dirinya sebagai sutradara karena ingin ditonton dan ditelusuri.

Ia ingin diburu, tapi tidak pernah berhasil diungkap. Penyelidikan polisi pun terbelah antara mengejar terduga pelaku atau memahami fenomena budaya yang muncul.

Media massa memberitakan setiap detail kecil sehingga masyarakat ketakutan sekaligus penasaran.

Zodiac pintar menyalakan permainan itu lewat surat-surat berikutnya yang penuh kode, ejekan kepada polisi dan komentar pedas tentang kelebihan kepintarannya dari semua orang yang mencoba mengungkapnya.

Yang paling mengganggu adalah nada suara yang konsisten dingin, penuh percaya diri, dan hampir bangga dalam melakukan aksinya.

Puluhan tahun setelah aksinya Zodiac berubah menjadi simbol budaya pop yang muncul dalam film, buku, documenter dan forum internet yang berisi teori konspirasi.

Di balik popularitas itu, Zodiac adalah pelaku kejahatan dengan korban nyata.  Zodiac bukanlah pahlawan dan anti-hero atau karakter fiksi yang bisa dikagumi.

Narasi tentangnya tak lekang karena rasa ingin tahu manusia terhadap teka-teki yang belum terjawab.

Zodiac adalah studi tentang bagaimana misteri dapat bertahan lebih karena kekepoan masyarakat itu sendiri.

Share this post

Open chat
Hai, ada yang bisa dibantu?